Halaman

Kamis, 13 Desember 2012

MALAM RAMAH TAMAH KALTENG HARATI

                Selain upacara dan bagi-bagi alat transportasi untuk guru dan sekolah, puncak peringatan HGN dan HUT PGRI yang ke-67 di Kalteng juga dimeriahkan acara ramah tamah bersama Gubernur Kalteng di Istana Isen Mulang. Berikut catatannya. 
Suara kecapi, suling, dan gendang terdengar ramai mengiringi langkah gemulai para penari. Senin (26/11) malam itu, sejumlah pelajar Kota Palangka Raya yang telah banyak mengukir prestasi seni budaya lokal, diundang tampil mengawali acara ramah tamah di Istana Isen Mulang, Bundaran Besar, Palangka Raya.
Tari-tarian daerah yang mereka tampilkan seakan menghipnotis Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang. Tamu undangan lainnya, seperti kepala sekolah, guru berprestasi, pengurus organisasi profesi, dan siswa-siswi berprestasi juga dibuat terkesima.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana santai tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Guru Nasional (HGN) dan Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (HUT PGRI) Ke-67 di Provinsi Kalteng. Setelah pagi harinya melaksanakan upacara dan penyerahan beberapa bantuan, malam harinya Gubernur mengundang semua yang terlibat di dunia pendidikan duduk bersama.
Usai tarian-tarian, acara dilanjutkan dengan laporan yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Guntur Talajan. Dalam kesempatan itu, Guntur menginformasikan beberapa isu yang dianggap dapat menghalangi proses perjalanan Program Kalteng Harati
.
“Isu terbaru yang diperlu ditanggapi serius untuk menyukseskan Program Kalteng Harati adalah masalah kurangnya rumah dinas untuk guru di daerah terpencil, dan terlambatnya dana tunjangan guru yang didistribusikan beberapa Disdik Kabupaten/Kota,” ungkap Guntur.
Orang nomor satu di lingkungan Disdik Provinsi itu juga memperkenalkan guru dan siswa yang telah meraih prestasi mengharumkan Kalteng di level nasional, seperti Suyoso, guru SMP Meranti Mustika Sampit yang meraih emas di tingkat nasional.
Kemudian, siswa prestasi lainnya seperti Rayani Safitri juara harapan I cabang karate, dan Clonia Mila, juara III sains yang mencatatkan nama mereka di tingkat dunia.
Acara bertajuk Ramah Tamah Kalteng Harati ini benar-benar mempertemukan siswa-siswa dan guru yang telah meraih prestasi di nasional, internasional, bahkan tingkat dunia dengan pemimpin daerahnya.
Selesai mendengarkan laporan Kadisdik, Gubernur Teras Narang mempersilakan tamu undangan untuk menikmati makan malam yang telah dipersiapkan. Gubernur tampak makan malam didampingi Kadisdik sambil berbincang-bincang dengan para tamu, terutama guru, siswa dan beberapa unsur Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota yang hadir di acara tersebut.
Gubernur mengucapkan selamat kepada siswa dan guru yang telah mengharumkan nama Kalteng. Dia juga berpesan, hal itu terus dibina agar kelak menjadi modal di masa depan. Teras juga menanggapi serius masalah yang dinilai akan menjadi kendala Kalteng Harati.
Lebih jauh, dalam arahannya, Gubernur menyatakan bahwa guru juga memerlukan rumah, sandang, pangan yang merupakan bagian dari kesejahteraan.
“Guru tidak akan bisa mengajar dengan baik kalau masih sibuk memikirkan cara untuk mencukupi kebutuhan dasarnya. Oleh sebab itu, peningkatan kesejahteraan guru menjadi prioritas utama pada program Kalteng Harati,” katanya.
Kalau guru sudah tercukupi kebutuhan dasarnya, lanjut Teras, maka harus mendapatkan kesempatan meningkatkan kompetensi profesionalnya melalui kesempatan mengikuti Diklat, workshop, seminar, dan lain-lain.
Teras juga mengemukakan, usia 0-6 tahun adalah masa keemasan seorang anak, karena di masa itu masa pertumbuhan sel-sel otak anak dalam membentuk kecerdasannya. Para orangtua diharapkan lebih cermat lagi dalam mendidik anak-anak usia dini agar mereka dapat menjadi cerdas, pintar, dan berkarakter untuk mengharumkan keluarga, sekolah, daerah dan bangsa.
“Kemudian untuk guru, harus diberi kesempatan meningkatkan kualifikasi pendidikannya ke jenjang S1, S2, bahkan ke S3. Pemerintah Dareah harus mendukung melalui pemberian beasiswa. Beasiswa bukan hanya untuk guru melainkan juga untuk siswa tidak mampu yang berprestasi,” ujarnya.
Sedangkan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan guru maupun siswa, Kalteng Harati juga harus menyediakan dan mendistribusikan buku-buku, baik itu buku teks maupun nonteks, dengan demikian sumber belajar bukan hanya apa kata guru.
Peningkatan kualitas dan mutu belajar dan mengajar juga menjadi bagian dari program ini. Diharapkan guru dengan dukungan pemerintah dan masyarakat mampu membuat inovasi pembelajaran yang bermutu, sehingga hasil pembelajaran mampu diterapkan siswa saat mereka berada di masyarakat.
Pada malam ramah tamah itu juga dilakukan launching aplikasi pendataan database pendidikan berbasis web dengan alamat kalteng.siap.web.id yang akan dioperasikan Disdik Kalteng untuk memberikan informasi tentang pendidikan di Kalteng, seperti data guru, tunjangan guru, jumlah sekolah, jumlah siswa, dan lainnya.
Sumber: Hatian Umum Tabengan

1 komentar: