Selain
upacara dan bagi-bagi alat transportasi untuk guru dan sekolah, puncak
peringatan HGN dan HUT PGRI yang ke-67 di Kalteng juga dimeriahkan acara
ramah tamah bersama Gubernur Kalteng di Istana Isen Mulang. Berikut
catatannya.
Suara
kecapi, suling, dan gendang terdengar ramai mengiringi langkah gemulai
para penari. Senin (26/11) malam itu, sejumlah pelajar Kota Palangka
Raya yang telah banyak mengukir prestasi seni budaya lokal, diundang
tampil mengawali acara ramah tamah di Istana Isen Mulang, Bundaran
Besar, Palangka Raya.
Tari-tarian
daerah yang mereka tampilkan seakan menghipnotis Gubernur Kalteng
Agustin Teras Narang. Tamu undangan lainnya, seperti kepala sekolah,
guru berprestasi, pengurus organisasi profesi, dan siswa-siswi
berprestasi juga dibuat terkesima.
Kegiatan
yang berlangsung dalam suasana santai tersebut digelar dalam rangka
menyambut Hari Guru Nasional (HGN) dan Hari Ulang Tahun Persatuan Guru
Republik Indonesia (HUT PGRI) Ke-67 di Provinsi Kalteng. Setelah pagi
harinya melaksanakan upacara dan penyerahan beberapa bantuan, malam
harinya Gubernur mengundang semua yang terlibat di dunia pendidikan
duduk bersama.
Usai
tarian-tarian, acara dilanjutkan dengan laporan yang disampaikan Kepala
Dinas Pendidikan Kalteng Guntur Talajan. Dalam kesempatan itu, Guntur
menginformasikan beberapa isu yang dianggap dapat menghalangi proses
perjalanan Program Kalteng Harati
.
.
“Isu
terbaru yang diperlu ditanggapi serius untuk menyukseskan Program
Kalteng Harati adalah masalah kurangnya rumah dinas untuk guru di daerah
terpencil, dan terlambatnya dana tunjangan guru yang didistribusikan
beberapa Disdik Kabupaten/Kota,” ungkap Guntur.
Orang
nomor satu di lingkungan Disdik Provinsi itu juga memperkenalkan guru
dan siswa yang telah meraih prestasi mengharumkan Kalteng di level
nasional, seperti Suyoso, guru SMP Meranti Mustika Sampit yang meraih
emas di tingkat nasional.
Kemudian,
siswa prestasi lainnya seperti Rayani Safitri juara harapan I cabang
karate, dan Clonia Mila, juara III sains yang mencatatkan nama mereka di
tingkat dunia.
Acara
bertajuk Ramah Tamah Kalteng Harati ini benar-benar mempertemukan
siswa-siswa dan guru yang telah meraih prestasi di nasional,
internasional, bahkan tingkat dunia dengan pemimpin daerahnya.
Selesai
mendengarkan laporan Kadisdik, Gubernur Teras Narang mempersilakan tamu
undangan untuk menikmati makan malam yang telah dipersiapkan. Gubernur
tampak makan malam didampingi Kadisdik sambil berbincang-bincang dengan
para tamu, terutama guru, siswa dan beberapa unsur Dinas Pendidikan
Kabupaten/Kota yang hadir di acara tersebut.
Gubernur
mengucapkan selamat kepada siswa dan guru yang telah mengharumkan nama
Kalteng. Dia juga berpesan, hal itu terus dibina agar kelak menjadi
modal di masa depan. Teras juga menanggapi serius masalah yang dinilai
akan menjadi kendala Kalteng Harati.
Lebih
jauh, dalam arahannya, Gubernur menyatakan bahwa guru juga memerlukan
rumah, sandang, pangan yang merupakan bagian dari kesejahteraan.
“Guru
tidak akan bisa mengajar dengan baik kalau masih sibuk memikirkan cara
untuk mencukupi kebutuhan dasarnya. Oleh sebab itu, peningkatan
kesejahteraan guru menjadi prioritas utama pada program Kalteng Harati,”
katanya.
Kalau
guru sudah tercukupi kebutuhan dasarnya, lanjut Teras, maka harus
mendapatkan kesempatan meningkatkan kompetensi profesionalnya melalui
kesempatan mengikuti Diklat, workshop, seminar, dan lain-lain.
Teras
juga mengemukakan, usia 0-6 tahun adalah masa keemasan seorang anak,
karena di masa itu masa pertumbuhan sel-sel otak anak dalam membentuk
kecerdasannya. Para orangtua diharapkan lebih cermat lagi dalam mendidik
anak-anak usia dini agar mereka dapat menjadi cerdas, pintar, dan
berkarakter untuk mengharumkan keluarga, sekolah, daerah dan bangsa.
“Kemudian
untuk guru, harus diberi kesempatan meningkatkan kualifikasi
pendidikannya ke jenjang S1, S2, bahkan ke S3. Pemerintah Dareah harus
mendukung melalui pemberian beasiswa. Beasiswa bukan hanya untuk guru
melainkan juga untuk siswa tidak mampu yang berprestasi,” ujarnya.
Sedangkan
untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan guru maupun siswa, Kalteng
Harati juga harus menyediakan dan mendistribusikan buku-buku, baik itu
buku teks maupun nonteks, dengan demikian sumber belajar bukan hanya apa
kata guru.
Peningkatan
kualitas dan mutu belajar dan mengajar juga menjadi bagian dari program
ini. Diharapkan guru dengan dukungan pemerintah dan masyarakat mampu
membuat inovasi pembelajaran yang bermutu, sehingga hasil pembelajaran
mampu diterapkan siswa saat mereka berada di masyarakat.
Pada malam ramah tamah itu juga dilakukan launching aplikasi pendataan database pendidikan berbasis web dengan alamat kalteng.siap.web.id
yang akan dioperasikan Disdik Kalteng untuk memberikan informasi
tentang pendidikan di Kalteng, seperti data guru, tunjangan guru, jumlah
sekolah, jumlah siswa, dan lainnya.
Sumber: Hatian Umum Tabengan
Apa itu kalteng harati?
BalasHapusPisau Sadap Karet
Pisau Karet