Halaman

Kamis, 13 Desember 2012

Festival Seni Budaya Pelajar

Pada tanggal 29 September lalu telah di adakan Festival Seni Budaya Pelajar se-Provinsi Kalimantan Tengah  yang telah di laksanakan di Kabupaten Kotawaringin Timur. Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi tuan rumah pelaksanaan Festival Seni Budaya Pelajar se-Provinsi Kalimantan Tengah, kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kotawaringin Timur, Calon I Rangon.
"Festival yang akan dibuka oleh Gubernur Kalteng, Agustin Teras Narang, pada Jumat (28/9/2012) pukul 14.00 WIB tersebut digelar di Taman Kota Sampit hingga Minggu (30/9/2012)," kata Calon I Rangon di Sampit, Kamis.Persiapan pelaksanaan kegiatan, seperti pembuatan panggung, tata acara, dan lain-lain telah selesai 100 persen, katanya.

MALAM RAMAH TAMAH KALTENG HARATI

                Selain upacara dan bagi-bagi alat transportasi untuk guru dan sekolah, puncak peringatan HGN dan HUT PGRI yang ke-67 di Kalteng juga dimeriahkan acara ramah tamah bersama Gubernur Kalteng di Istana Isen Mulang. Berikut catatannya. 
Suara kecapi, suling, dan gendang terdengar ramai mengiringi langkah gemulai para penari. Senin (26/11) malam itu, sejumlah pelajar Kota Palangka Raya yang telah banyak mengukir prestasi seni budaya lokal, diundang tampil mengawali acara ramah tamah di Istana Isen Mulang, Bundaran Besar, Palangka Raya.
Tari-tarian daerah yang mereka tampilkan seakan menghipnotis Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang. Tamu undangan lainnya, seperti kepala sekolah, guru berprestasi, pengurus organisasi profesi, dan siswa-siswi berprestasi juga dibuat terkesima.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana santai tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Guru Nasional (HGN) dan Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (HUT PGRI) Ke-67 di Provinsi Kalteng. Setelah pagi harinya melaksanakan upacara dan penyerahan beberapa bantuan, malam harinya Gubernur mengundang semua yang terlibat di dunia pendidikan duduk bersama.
Usai tarian-tarian, acara dilanjutkan dengan laporan yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Guntur Talajan. Dalam kesempatan itu, Guntur menginformasikan beberapa isu yang dianggap dapat menghalangi proses perjalanan Program Kalteng Harati

KEBUDAYAAN KALIMANTAN TENGAH

FESTIVAL
Festival Budaya Isen Mulang - Kalteng atau yang sering dikenal dengan sebutan (FBIM) merupakan kegiatan tahunan yang dirayakan pemerintah Provinsi Kalteng dalam memeriahkan ulang tahun Kalteng yang jatuh pada tanggal 23 Mei 2010. Tidak jauh berbeda dengan FBIM (Festival Budaya Isen Mulang - Kalteng) tahun lalu. Tahun ini Festival Budaya Isen Mulang - Kalteng digelar di lapangan sanaman mantikei yang rencana nya akan dibuka malam ini oleh Gubernur Kalteng Bpk. Agustin Teras Narang, SH.


Selain itu digelar juga Kalteng Expo, yang bertujuan untuk memperkenalkan kebudayaan daerah masing-masing kabupaten yang ada diKalteng. Selain itu juga diadakan lomba kesenian diantaranya :karungut, sepak sawut, Dayung Tradisional, Lomba Balogo, Lomba Manyipet, Tari, Manetek, Lomba Bagasing, Mangenta, Malamang, Mangaruhi, Pemilihan Putra/i Pariwisata, Besei Kambe, Pawai Budaya. yang diikuti oleh 13 kabupaten dan 1 kota. Hayoooooooooo!!!!!!! yang merasa anak uluh itah jangan sampai ketinggalan sama Festival Budaya Isen Mulang - Kalteng 2010 yang digelar pada tanggal 19 Mei 2010 - 23 Mei 2010.



Selasa, 11 Desember 2012

KALIMANTAN TENGAH




—  Provinsi  —
                          Lambang Kalimantan Tengah 
Moto: Isen Mulang
(Bahasa Sangen: Pantang Mundur)
Peta lokasi Kalimantan Tengah
Negara  Indonesia
Hari jadi 23 Mei 1957 (hari jadi)
Ibu kota Palangka Raya
Koordinat 3º 50' LS - 1º 10' LU
110º 20' - 116º 0' BT
Pemerintahan
 - Gubernur Agustin Teras Narang, SH
 - DAU Rp. 795.816.335.000,- (2011)
Luas
 - Total 157.983 km2
Populasi (2010)
 - Total 2.202.599
 - Kepadatan 13,9/km²
Demografi
 - Suku bangsa
41,24% Dayak
  18,02% Dayak Ngaju
  9,57% Dayak Sampit
  7,51% Dayak Bakumpai
  3,34% Dayak Katingan
  2,80% Dayak Maanyan
24,20% Banjar
18,06% Jawa
3,46% Madura 
 - Agama
Islam (69,67%)
Protestan (16,41%)
Hindu (10,69)
Katolik (3,11%)
Buddha (0,12%)
 - Bahasa Bahasa Banjar, Bahasa Dayak, Bahasa Indonesia
Zona waktu WIB
Kabupaten 13
Kota 1
Kecamatan 88
Desa/kelurahan 1.136
Lagu daerah
Kalayar
Naluya
Palu Cempang Pupoi
Saluang Kitik-Kitik
Manasai
Tumpi Wayu [bahasa Maanyan]
Situs web www.kalteng.go.id

Minggu, 09 Desember 2012

Promosikan Wisata Budaya Melalui Desa Sanggu

Apa ciri khas Kabupaten Barito Selatan (Barsel) yang terletak di Kalimantan Tengah? Ternyata, untuk mengembangkan pariwisata, salah satunya adalah dengan menonjolkan sisi wisata budaya.

"Kami akan mempromosikan berbagai macam kebudayaan yang ada di Barsel, salah satunya tata cara perkawinan adat, upacara keagamaan adat, dan hal-hal lain yang mencerminkan kebudayaan daerah," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Barsel, Su’aib, di Buntok, Minggu (1/4/2012).
  ILUSTRASI - Penampilan kontingen duta seni dari Provinsi Kalimantan Tengah saat mengikuti Parade Budaya Nusantara 2011 di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Minggu (24/4/2011). Karnaval seni ini diselenggarakan untuk menyambut HUT Ke-36 TMII dan sebagai sarana mempromosikan kebudayaan dari berbagai daerah.

“HUMA BETANG” SIMBOL KERUKUNAN WARGA KALTENG



“Huma Betang” adalah dalam istilah sehari-hari “rumah besar” yang dihuni banyak orang dengan beragam agama dan kepercayaan tetapi tetap rukun nan damai.
Sehingga Huma Betang adalah sebuah simbol dan filosofis kehidupan masyarakat di Kalimantan Tengah (Kalteng) seperti yang terlihat di Kota Palangka Raya, Ibukota Provinsi Kalteng, kata Wali Kota Palangka Raya, Riban Satia.
Ketika menerima kunjungan Dirut LKBN Antara, Ahmad Mukhlis Yusuf beserta rombongan di rumah jabatannya (Kamis 2/8), Riban Satia bercerita banyak mengenai konsep kerukunan Huma Betang dalam adat masyarakat Dayak Kalteng.
Adapun rumah besar dimaksud bila diartikan secara luas sekarang ini, tentu tidak sebatas sebuah rumah, tetapi sudah sebuah wilayah, atau kawasan yakni se-Kalimantan Tengah.
“Kami sudah terbiasa hidup rukun dan damai dalam sebuah rumah besar, di saat ada perayaan agama Islam seperti Idul Fitri, warga agama lain di rumah itu ikut pula merayakannya, begitu juga saat Natal atau perayaan agama Kaharingan, warga muslim juga ikut merayakannya,” kata Riban Satia.
Susana seperti itu sudah terlihat sejak lama sejak adanya rumah betang yang merupakan rumah adat dan khas Suku Dayak di Kalimantan Tengah.